Friday, March 10, 2006

MENIKMATI GROJOGAN SEWU DI KAKI GUNUNG LAWU

"PINDAHKAN kendaraan Anda agak menjauh! Jangan diparkir terlalu dekat di gerbang masuk taman wisata," kata petugas Taman Wisata Alam Grojogan Sewu memperingatkan.

Bukan tanpa sebab dia berkata demikian, pasalnya gapura dan bangunan loket karcis tersebut termasuk teritori "kekuasaan" monyet-monyet berbulu kelabu yang merupakan salah satu "kekayaan" Grojogan Sewu. Dan, tanpa tedeng aling-aling, para monyet dapat begitu saja menorehkan kukunya di jok motor ataukah cat mobil.

Ibarat penyedap rasa, para monyet hanyalah satu unsur "kenikmatan" alam Grojogan Sewu, yang terletak di Kelurahan Kalisoro dan Kelurahan Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, sekitar 40 kilometer tenggara Kota Surakarta.

Menyaksikan mereka bertingkah tak ubahnya manusia, itu merupakan hiburan tersendiri. Sementara itu, sajian utama adalah air terjun-atau grojogan-demikian orang Jawa berkata, dan keindahan hutan alam taman wisata ini.

Air terjun spektakuler di Pulau Jawa ini, berketinggian 81 meter. Superb! Bahkan, beberapa puluh meter dari inti grojogan, butir-butir air masih sanggup memercik di muka Anda. Di dataran tinggi kawasan ini, tempat di mana berton-ton air jatuh bebas mengempas bumi, pepohonan masih tumbuh dengan asrinya. Hijaunya lumut ditambah dengan udara yang sejuk di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan air, menyitir salah satu produk iklan-seakan membuat hidup menjadi lebih hidup.

Selain itu, di bagian utara air terjun utama, mengalirlah pula beberapa riam sehingga layaklah air terjun ini diimbuhi kata sewu-yang berarti seribu. Selain monyet berekor panjang, yang dapat dijumpai juga tupai dan berbagai jenis burung. Sekali waktu, populasi monyet mencapai jumlah yang disangka melebihi daya dukung ekosistem sehingga untuk periode 5-10 tahun sekali di Grojogan Sewu, dipasanglah perangkap monyet.

Monyet yang tertangkap akan dipindahkan ke beberapa lokasi, di antaranya ke Solo dan kawasan hutan lindung Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Saat ini, populasi monyet diperkirakan mencapai 100 ekor. Vegetasi tumbuhan yang dapat dijumpai di antaranya adalah pohon pinus, pohon damar, pohon kaliandra, pohon puspa, dan pohon bendo yang berukuran besar.

Tak usah banyak berpikir, segeralah berkemas, dan berkelana ke Grojogan Sewu! Jarak 40 kilometer dari Surakarta hingga Pasar Tawangmangu, dapat ditempuh dengan bus besar hanya dengan membayar Rp 3.500 tiap orang. Dari Pasar Tawamangu menuju lokasi Grojogan Sewu dapat dijangkau dengan Mitsubishi L 300 seharga Rp 1.000 per orang.

Surakarta-Grojogan Sewu pun dapat ditempuh selama satu jam perjalanan. Tetapi, kendalanya adalah bus-bus tersebut hanya beroperasi hingga pukul 17.30-18.00. Pelancong yang kemalaman dapat menyewa mobil seharga Rp 100.000 berpenumpang sembilan orang menuju Surakarta.

Kawasan wisata Grojogan Sewu dilengkapi pula berbagai penginapan bagi pelancong, baik yang kemalaman maupun sengaja bermalam. Tarifnya berkisar Rp 30.000-Rp 500.000 tiap malam. Jangan terlalu memaksakan diri mencari kamar dengan pendingin ruangan, malah air panas-lah yang merupakan kemewahan di sini.

Menurut petugas Taman Wisata Grojogan Sewu, Wanto, rata-rata setiap hari air terjun ini disinggahi sekitar 1.200 pengunjung. Namun, tentu saja jumlah ini fluktuatif dari hari ke hari. Pada akhir pekan, kawasan wisata ini dipadati 3.000-5.000 pengunjung.

Hanya dengan membayar Rp 4.000 tiap individu, kawasan wisata seluas sekitar 20 hektar dari 65 hektar kawasan konservasi dapat dijelajahi, termasuk di dalamnya kesempatan bermain air maupun berenang di dua kolam renang tanpa dipungut bayaran lagi, terkecuali untuk penyewaan pakaian maupun ban renang.

Berkuda juga dapat dijadikan alternatif hiburan. Pelancong dapat berkuda selama satu jam dengan membayar Rp 25.000, berkuda menuju kawasan air terjun seharga Rp 40.000, ataupun berkuda menuju Terminal Tawangmangu dengan hanya membayar Rp 15.000.

Uniknya, menurut informasi warga setempat, kuda pun dapat disewa untuk mengantar hingga ke Candi Sukuh dengan membayar Rp 100.000 sekali jalan. Dan, tak terlupa kuda-kuda tersebut dapat pula disewa menuju puncak Gunung Lawu dengan membayar Rp 500.000! Nah, Anda ingin mencoba? (haryo damardono)

No comments: